Lamaran itu …. aya“ wae

September 5th, 2008 by de3

wuiiiiiih…..udah lama gak posting blog, banyak kejadian menarik yang belum tertulis disini…

o ya, kemarin ada kejadian lucu skaligus memprihatinkan (tepatnya hari pertama masuk skul d bulan ramadhan). de3 diamanahkan untuk ngajar tahfizh kelas 2A (kelas yang murid2nya lumayan terkenal karena "aktif").

Ada seorang murid bernama Caesar…anaknya lucu, imut, pinter, n agak genit (hehehe…). Pada hari itu Caesar tidak seperti biasanya…pokoknya lebih caper de el el… Ketika menunggu giliran membaca qiroati, caesar memperhatikanku dan bertanya…

Caesar : ibu…., ibu dah punya suami blom?

de3 : blom

Caesar : ibu…. dah nikah blom?

de3 : blom

Caesar : ibu…., kuliahnya udah selesai blom?

de3 : udah

Caesar : Ibu nikah sama aku aja!

~~~~~~wadaaaww..!!!~~~~~~~

temen2nya langsung komentar : iiih…caesar genit! kan masih kecil!

Hari gini, murid kelas 2 SD melamar guru untuk nikah dengannya. Apa kata dunia??? Please donk ah!!!

Lagi lagi….korban tayangan sinetron :(

Group Band — Disconnect —-

May 21st, 2008 by de3

Sekitar seminggu yg lalu…ada murid TKA yg bernama Saif memakai pin di bajunya.
Kurang lebih ceritanya seperti ini :

***Disconnect #1 *******
Temanku bertanya …. "Waah….Saif pake pin apa?"
Saif menjawab "Pin Peter Pan (Group Band-red)"
Temanku berkata " Saif, ini Band GIGI….Ini ada tulisannya G-I-G-I"
Saif "Bukan Miss…ini Group Peter Pan"
Hehehe……satu aja…!!!

Masih lanjut…..
***Disconnect #2 *******
Temanku bertanya "Saif suka Peter Pan?"
Saif menjawab "iya miss…"
Temanku bertanya lagi "Lagu Peter Pan yg judulnya apa yg Saif suka?"
Saif (dengan tampang polosnya) "Andai Ku Tahu"
Gdubraaaaggg!!!! Heuehuheuhee….

Jaka sembung bawa gitarrrrr deh Saif…!!!
Tapi Saif sekarang hebat….di rumah udah sholat 5 waktu, jadi pas muroja’ah Surat, Hadits, n Do’a gak disuruh berdiri lagi sama miss.Tri ya…Hehhee….^^

Prihatin….

April 22nd, 2008 by de3

Beberapa waktu lalu ketika sedang jam istirahat di sekolah, temanku (sesama guru) bercerita tentang “kecerdasan” muridnya…

Di kelas Kindy A, temanku bertanya “siapa anaknya ayah dan bunda?”
serentak anak2 menjawab “sayaaaaaaaaaaaaaaaa…….!!!”
Tapi ada seorang anak yang bernama Tiara….diam saja. Bocah 4 tahun yang imut2 n berambut kriwil itu ditanya oleh temanku “Yaya (nama panggilannya)…memang anaknya siapa?”
Tiara menjawab “aku anaknya NIDJI”
——-*@!?^/#—————-

Ada lagi cerita dari Tiara ketika ditanya “Yaya cita2nya jadi apa?”
Tiara langsung menjawab “jadi pengantin!!!”
Wooow…!!!

Lain dengan murid yang bernama Kasih (Kindy A juga)
Ia pernah bertanya kepada gurunya…
“miss….koq miss belum punya anak tapi udah punya suami?”
—%$*@!?^/ ————————

Prihatin memang…. anak2 yang polos n cerdas menjadi korban “keganasan” televisi….
Sinetron lebih parahnya seperti mendukung “sex bebas” sehingga rata2 pemeran utamanya (bisa dibilang jagoannya) hamil di luar nikah tapi berakhir Happy ending!!! Dan sungguh tragis sinetron yang penayangannya bisa dilihat oleh siapa saja itu kata2-nya sangat tidak layak n mengajarkan kata2 “baru” yang sama sekali tidak mendidik.

Salah siapa??? Orang tua??? guru??? Pemain sinetron??? Produser??? Pemerintah???
Hiks…hiks….PR kita banyak sekali ya….. :(

Bunda nikah lagi…???

April 1st, 2008 by de3

Kejadian ini terjadi beberapa hari yang lalu, ketika Refa (kponakan de3 yang pertama) sedang di kamar bersama sang bunda (kk de3)…..

Refa memegang tempat cincin bundanya yang kosong dan bertanya

Refa : Bunda, cincinnya ini buat klo bunda nikah lagi?

Bunda : Ha? coba refa tanya ayah ya….(sambil menahan tawa)

Refa keluar kamar dan bertanya kpd sang ayah…

Refa : Ayah, cincinnya ini buat klo bunda nikah lagi ya?

Ayah : hmmm….bunda boleh nikah lagi klo ayah udah nggak ada

Refa : Klo bgitu ayah ke Bekasi aja, supaya nanti bunda nikah lagi

*sang bunda dan ayah tertawa geli mendengarnya*

Ayah : maksud ayah, kalo ayah nanti udah mninggal

Refa : Ayah kapan mninggal?

*Kekekkekee………..ada2 aja nih ponakan 1*

Ayah : InsyaaLLOH, smoga klo impian ayah udah terwujud.

Bunda : koq refa bilangnya bgitu? memangnya ayah refa knapa?

Refa : Soalnya refa maunya punya ayah kaya’ Fahmi (temennya,-red)

Bunda : Emang ayahnya Fahmi knp?

Refa : Klo ayah Fahmi galak

Bunda : Lho???!!! Emangnya klo ayah refa knp?

Refa : Klo ayah refa lucu

ayah n bunda : GDUBRAAAAAAAAAAGGGG……….!!!!!!!!!!!

Aneh……….lugu…………..polos……….lucu atau apalah namanya! Anak kecil tetap suci, menyenangkan………(wlopun terkadang menyebalkan juga sih…hehehe…)

Wejangan ustadz

September 29th, 2007 by de3

Tadi pagi ketika datang ke tempat Qiroati untuk mengurus syahadah ada sedikit "wejangan" dari Pak ustadz. Walau sedikit tapi isinya….Subhanalloh!!

Pak Ustadz juga cerita tentang Seorang Raja & sahabatnya (orang kepercayaannya-red). Kurang lebih ceritanya begini ……. (hehehe…jadi inget pas dongengin anak2 :D)

**********

Suatu hari Sang Raja divonis penyakit parah yang mengharuskan salah satu tangannya diamputasi oleh tabib kerajaan, kalau tidak maka penyakit yang dideritanya akan menjalar ke seluruh tubuhnya dan akan menyebabkan kematian.

Mendengar itu Sang raja tidak mau terima. Kemudian dia pergi menemui sahabatnya dan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Sang sahabat berkata "Kalau itu yang terbaik, terimalah". Sang Raja sangat marah dan memenjarakan sahabatnya tsb. Dia berfikir kenapa Sang Sahabat tidak membelanya? Lalu dia berkata "Apa pendapatmu sekarang tinggal di penjara?". Sang sahabat berkata lagi "Kalau itu yang terbaik untuk saya, saya akan menerimanya".

Ketika dirasakan penyakitnya kian parah akhirnya Sang Raja memerintahkan tabib untuk mengamputasi tangannya, tapi Sang Raja tetap menaruh dendam kepada sahabatnya sehingga belum membebaskannya dari penjara.

Waktu terus berjalan, Sang Raja ingin melupakan kesedihannya karena anggota tubuhnya sudah tidak sempurna lagi. Sang raja pergi berburu dengan para pengawalnya. Padahal biasanya jika dia pergi berburu selalu mengajak sahabatnya.

Di tengah hutan tiba2 sekelompok kanibal menghadang. Sekelompok kanibal itu mempunyai aturan bahwa manusia yang mereka makan hanyalah manusia yang mempunyai anggota tubuh yang lengkap, karena jika tidak maka keturunannya akan terbawa sial. Alhasil tinggallah Sang Raja yang hidup karena semua pengawalnya dihabisi oleh kanibal.

Sang Raja merenungi kejadian yang baru saja dialaminya. Dia teringat dengan sahabatnya yang masih dia penjarakan. Sesampainya di kerajaan, Sang Raja menghampiri sahabatnya dan membebaskannya. Sang Raja berkata "Apa pendapatmu sekarang aku bebaskan?". Sang sahabat berkata "Kalau itu yang terbaik untuk saya, saya akan menerimanya".

Sang Raja menyelami kata2 sahabatnya tersebut. Sang Raja bersyukur mempunyai teman yang bijak. Sahabatnya benar!

Terkadang suatu kesenangan dapat mengakibatkan kesengsaraan begitupun sebaliknya, suatu kesengsaraan dapat mengakibatkan kesenangan.

************

Kita tidak tahu apa yang sedang Alloh rencanakan untuk kita.

Sesuatu yang baik belum tentu itu baik untuk kita, dan sesuatu yang buruk belum tentu buruk untuk kita.

kuncinya : IKHLAS menghadapi semua ketetapan Alloh.

Syukron Jazakalloh ustadz :)

Selamat Idul Fitri, mohon ma’af lahir dan bathin ^^

Du’akan saya moga saya juga bisa ikhlas seperti "sahabat" dalam cerita tersebut….

I Luv U…Mom ^^

June 19th, 2007 by de3

It’s a song about mother that very touchy……

————————

—————————————

Who should I give my love to?

My respect and my honor to?

Who should I pay good mind to after Allah, and Rasulullah?

Comes your mother

Who next? Your mother

Who next? Your mother

And then your father

Cause who used to hold you, and clean you, and clothe you?

Who used to feed you, and always be with you?

When you were sick stay up all night, holding you tight?

That’s right no other, my mother

Who should I take good care of?

Giving all my love?

Who should I think the most of – after Allah and Rasulullah?

Comes your mother,

Who next? Your mother

Who next? Your mother

And then your father

Cause who used to hear you, before you could talk?

Who used to hold you before you could walk?

And when you fell, who’d pick you up, clean your cut?

No one but your mother, my mother

Who should I stay right close to?

Listen most to?

Never say no to – after Allah and Rasulullah?

Comes your mother,

Who next? Your mother

Who next? Your mother

And then your father

Cause who used to hug you and buy you new clothes?

Comb your hair and blow your nose?

And when you cried who wiped your tears?

Knows your fears? Who really cares?

My mother

Say Alhamdulillah.

Thank You Allah.

Thank You Allah for my mother

(

YOUR MOTHER….by Yusuf Islam)

————————————————

——————————–

I Luv U, Mom…..

Muach….muach….muach……!!!

"Robbighfirlii wali waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo……"

What a surprise!

May 26th, 2007 by de3

***Tok…tok…tok…..

>>> yes, come in!

"Ku pandang langit penuh bintang bertaburan

berkelap kelip seumpama intan berlian

tampak sebuah lebih terang cahayanya

itulah bintangku bintang kejora yang indah selalu"

(dilanjutkan lagu Happy birthday)

Subhanalloh…..murid2ku bernyanyi serentak!

air mataku meleleh……..

belum kering air mata ini, seorang murid maju untuk menyerahkan ucapan dari kertas yg dia gambar sendiri. Dan ada yang membacakan puisi tanpa teks yang berisi ucapan terimakasihnya padaku.

Jazakumulloh khoiron katsiron…..

All Praise be to 4JJ1…

thx 4 my family……my friends, my students, and all people arround me. I luv you all ^^

Duhai Allah….nikmat-Mu tak ada habis2nya untukku.

“plesetan” ala Refa

March 31st, 2007 by de3

Refa, keponakan de3 yang belum genap 3 tahun ternyata bisa main "plesetan" kata tanpa disadarinya (duuuh….lugu bgt sih ini anak)

Suatu sore beberapa hari yang lalu, ketika de3 n Refa sedang menonton TV n pindah2 channel  terlihat suatu acara di sebuah stasiun swasta. Acara ini menampilkan sosok "setan" untuk menakut-nakuti korban. Selagi muncul sosok "setan-setanan" yang katanya berbentuk tuyul & kuntilanak, spontan de3 bilang ke Refa, "Fa, itu cuma bohong2an, pura2 doank, itu orang yang didandanin, kaya’ badut. Refa gak usah takut. setan itu gak kliatan, itu cuma pura2".

Lalu refa jawab "bukan, itu setan".

Waks…….ni anak! "bukan Fa, itu cuma pura2 aja, bukan beneran"

Tiba2 refa berkata, "nggak, itu kaya’ disitu…" sambil menunjuk salah satu sudut ruang tamu.

Hah?! sempat ngeri juga sih…jangan2 keponakan de3 bisa liat "something". Sambil menenangkan diri de jawab, "dimana? disitu gak ada apa2 Fa!"

Refa masih dengan gaya ngototnya, "aaah amah….itu tuh dekat aquarium"

Deg deg deg….wadaw ni anak kenapa sih?  "yang mana? gak ada"

Refa menjawab, "itu amah….kura2"

GDUBRAAAAAAGGGGZZZZ……!!!!!!!!!! capek deh!

itu kura2, kalo yang di TV pura2………….(hikz tertipu……)

Lain halnya ketika Refa dan sang bunda menonton TV Sabtu kemarin. Ketika muncul tulisan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sang bunda berkata, "Fa, hari ini Maulid Nabi, tuh ada tulisannya di TV".

Refa ganti berkata, "Jadi di TV mau liat Nabi?"

Sang bunda terbengong "ha?!" setelah berpikir sejenak sang bunda baru "ngeh" kalo Refa blum tau apa itu "maulid", yang dia tau "mau liat".

Hehehe….ada2 aja bocah ini, moga menjadi anak sholih yang cerdas ya Fa…. ^^ (Aamiin)

de3…de3…dan de3

June 7th, 2005 by de3

Isengnya de3 kambuh lagi!

Ya Alloh…gimana cara ngilanginnya ya?

Nice Words from Rendra

April 27th, 2005 by de3

Sering kali aku berkata,

ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,

mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika semua itu diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah …
semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah …
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai
keinginanku,

Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

“ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”

(WS Rendra).