Wejangan ustadz

Tadi pagi ketika datang ke tempat Qiroati untuk mengurus syahadah ada sedikit "wejangan" dari Pak ustadz. Walau sedikit tapi isinya….Subhanalloh!!

Pak Ustadz juga cerita tentang Seorang Raja & sahabatnya (orang kepercayaannya-red). Kurang lebih ceritanya begini ……. (hehehe…jadi inget pas dongengin anak2 :D)

**********

Suatu hari Sang Raja divonis penyakit parah yang mengharuskan salah satu tangannya diamputasi oleh tabib kerajaan, kalau tidak maka penyakit yang dideritanya akan menjalar ke seluruh tubuhnya dan akan menyebabkan kematian.

Mendengar itu Sang raja tidak mau terima. Kemudian dia pergi menemui sahabatnya dan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Sang sahabat berkata "Kalau itu yang terbaik, terimalah". Sang Raja sangat marah dan memenjarakan sahabatnya tsb. Dia berfikir kenapa Sang Sahabat tidak membelanya? Lalu dia berkata "Apa pendapatmu sekarang tinggal di penjara?". Sang sahabat berkata lagi "Kalau itu yang terbaik untuk saya, saya akan menerimanya".

Ketika dirasakan penyakitnya kian parah akhirnya Sang Raja memerintahkan tabib untuk mengamputasi tangannya, tapi Sang Raja tetap menaruh dendam kepada sahabatnya sehingga belum membebaskannya dari penjara.

Waktu terus berjalan, Sang Raja ingin melupakan kesedihannya karena anggota tubuhnya sudah tidak sempurna lagi. Sang raja pergi berburu dengan para pengawalnya. Padahal biasanya jika dia pergi berburu selalu mengajak sahabatnya.

Di tengah hutan tiba2 sekelompok kanibal menghadang. Sekelompok kanibal itu mempunyai aturan bahwa manusia yang mereka makan hanyalah manusia yang mempunyai anggota tubuh yang lengkap, karena jika tidak maka keturunannya akan terbawa sial. Alhasil tinggallah Sang Raja yang hidup karena semua pengawalnya dihabisi oleh kanibal.

Sang Raja merenungi kejadian yang baru saja dialaminya. Dia teringat dengan sahabatnya yang masih dia penjarakan. Sesampainya di kerajaan, Sang Raja menghampiri sahabatnya dan membebaskannya. Sang Raja berkata "Apa pendapatmu sekarang aku bebaskan?". Sang sahabat berkata "Kalau itu yang terbaik untuk saya, saya akan menerimanya".

Sang Raja menyelami kata2 sahabatnya tersebut. Sang Raja bersyukur mempunyai teman yang bijak. Sahabatnya benar!

Terkadang suatu kesenangan dapat mengakibatkan kesengsaraan begitupun sebaliknya, suatu kesengsaraan dapat mengakibatkan kesenangan.

************

Kita tidak tahu apa yang sedang Alloh rencanakan untuk kita.

Sesuatu yang baik belum tentu itu baik untuk kita, dan sesuatu yang buruk belum tentu buruk untuk kita.

kuncinya : IKHLAS menghadapi semua ketetapan Alloh.

Syukron Jazakalloh ustadz :)

Selamat Idul Fitri, mohon ma’af lahir dan bathin ^^

Du’akan saya moga saya juga bisa ikhlas seperti "sahabat" dalam cerita tersebut….

Leave a Reply