Prihatin….
Beberapa waktu lalu ketika sedang jam istirahat di sekolah, temanku (sesama guru) bercerita tentang “kecerdasan” muridnya…
Di kelas Kindy A, temanku bertanya “siapa anaknya ayah dan bunda?”
serentak anak2 menjawab “sayaaaaaaaaaaaaaaaa…….!!!”
Tapi ada seorang anak yang bernama Tiara….diam saja. Bocah 4 tahun yang imut2 n berambut kriwil itu ditanya oleh temanku “Yaya (nama panggilannya)…memang anaknya siapa?”
Tiara menjawab “aku anaknya NIDJI”
——-*@!?^/#—————-
Ada lagi cerita dari Tiara ketika ditanya “Yaya cita2nya jadi apa?”
Tiara langsung menjawab “jadi pengantin!!!”
Wooow…!!!
Lain dengan murid yang bernama Kasih (Kindy A juga)
Ia pernah bertanya kepada gurunya…
“miss….koq miss belum punya anak tapi udah punya suami?”
—%$*@!?^/ ————————
Prihatin memang…. anak2 yang polos n cerdas menjadi korban “keganasan” televisi….
Sinetron lebih parahnya seperti mendukung “sex bebas” sehingga rata2 pemeran utamanya (bisa dibilang jagoannya) hamil di luar nikah tapi berakhir Happy ending!!! Dan sungguh tragis sinetron yang penayangannya bisa dilihat oleh siapa saja itu kata2-nya sangat tidak layak n mengajarkan kata2 “baru” yang sama sekali tidak mendidik.
Salah siapa??? Orang tua??? guru??? Pemain sinetron??? Produser??? Pemerintah???
Hiks…hiks….PR kita banyak sekali ya…..